OH GITU EDUKASI – Sebutkan contoh sikap yang menunjukkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntun para pelajar menghormati perbedaan pendapat dan mengutamakan musyawarah — pertanyaan ini sering banget muncul di pelajaran PPKn. Tapi bukan cuma buat dijawab di ujian, nilai-nilai ini penting buat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Belajar PKN nggak melulu soal hafalan. Kadang yang ditanya justru: “Gimana sih contoh sikap yang nunjukin kalau sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu bisa bikin pelajar saling menghargai dan musyawarah?”
Tenang, jawabannya nggak ribet dan (spoiler alert) lo udah sering ngelakuin itu di sekolah—asal sadar aja belum tentu.
Soal:
Sebutkan contoh sikap yang menunjukkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntun para pelajar menghormati perbedaan pendapat dan mengutamakan musyawarah
Nah, ini dia beberapa jawaban yang bisa langsung lo catat atau pahami dulu biar nggak asal tempel:
-
Mendengarkan pendapat teman sampai tuntas
Bukan cuma sopan, tapi ini wujud toleransi. Nggak nyela di tengah, dan benar-benar dengerin—bukan cuma nunggu giliran ngomong. -
Nggak maksa pendapat sendiri pas diskusi
Musyawarah itu soal cari solusi bareng, bukan adu siapa paling keras suaranya. Yang penting mufakat, bukan ego. -
Ngehargain perbedaan latar belakang agama
Kadang beda pendapat itu muncul karena beda latar belakang. Di sinilah lo diajak buat ngerti, bukan ngegas. -
Musyawarah dulu, ribut belakangan (kalau masih pengen)
Nyari solusi damai lebih keren daripada debat nggak jelas. Musyawarah = dewasa sebelum waktunya. -
Berdoa bareng, sesuai keyakinan masing-masing
Ini bukan soal agama siapa yang dominan, tapi gimana caranya saling respek dalam kebersamaan spiritual. -
Toleransi itu bukan teori, tapi sikap sehari-hari
Nggak nyinyir soal keyakinan orang lain, nggak ngecengin yang beda. Simpel, tapi sering lupa dilakuin.
Semua sikap di atas itu bukan cuma nilai PKN di atas kertas. Tapi juga fondasi hidup bareng di negara +62 yang udah jelas-jelas berbineka. Jadi, kalau lo udah bisa menghargai perbedaan dan suka musyawarah, selamat—lo udah praktik Pancasila versi nyata.
Belajar itu penting, tapi jadi manusia yang saling ngerti itu lebih mahal nilainya.
Dengan mengamalkan nilai-nilai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pelajar bisa belajar untuk saling menghargai, lebih bijak dalam menyikapi perbedaan, dan memilih musyawarah daripada saling ngotot. Jadi, kalau ada yang tanya, “Sebutkan contoh sikap yang menunjukkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntun para pelajar menghormati perbedaan pendapat dan mengutamakan musyawarah?” — jawabannya nggak cuma bisa ditulis, tapi juga ditunjukkan lewat sikap sehari-hari.