Banten

Gratis Mutasi Kendaraan, Tapi Antrean di Samsat Banten Bikin Warga Geleng Kepala

×

Gratis Mutasi Kendaraan, Tapi Antrean di Samsat Banten Bikin Warga Geleng Kepala

Sebarkan artikel ini
Gratis-Mutasi-Kendaraan-banten

SERANG, OHGITU.COM – Gubernur Banten Andra Soni resmi mengumumkan kebijakan pembebasan biaya mutasi kendaraan dari luar daerah ke Provinsi Banten. Program ini berlaku hingga 31 Oktober 2025, dan disebut-sebut sebagai bagian dari upaya mendorong wajib pajak agar “pulang kampung” secara administratif.

Namun, di balik program yang terdengar manis itu, kenyataan di lapangan justru membuat warga berkeringat bukan karena lari dari pajak, tapi karena ruang tunggu Samsat yang lebih panas dari hati mantan.

“Gratis mutasi kendaraan, iya. Tapi jangan sampai pelayanan bikin warga mutasi emosi,” kata Andra dalam konferensi pers sambil berdiri di depan backdrop biru pastel, diapit dua pejabat lain dengan ekspresi default birokrasi.

Dalam gambar yang beredar (lihat ilustrasi), mikrofon tempat Andra berbicara kini sudah resmi bertuliskan “OHGITU.COM”, menandakan bahwa program ini akhirnya masuk radar satir rakyat digital.

Antrean Lebih Pagi dari Azan Subuh

Pantauan OHGITU.COM di sejumlah kantor Samsat menunjukkan warga rela datang sejak pukul 03.00 dini hari hanya untuk mendapatkan nomor antrian. Beberapa bahkan sudah bawa bekal kopi, roti sobek, hingga bantal leher, layaknya hendak naik kereta ekonomi jarak jauh.

“Saya pikir antrean MRT Sudirman pas jam pulang kerja udah parah, ternyata ini lebih kejam,” keluh Rojak, warga asal Ciledug yang mengurus mutasi ke Serang.

AC Ada, Tapi Hanya Secara Spiritual

Warga juga mengeluhkan kondisi ruangan yang pengap dan panas, meski AC disebut-sebut ‘sudah dinyalakan.’ Seorang ibu rumah tangga bahkan sempat menempelkan KTP ke blower pendingin ruangan sambil berharap data diri ikut beku.

“Kalau begini mah mutasi kendaraan berubah jadi mutasi ke rumah sakit,” ujarnya sambil mengipasi anaknya yang nyaris tumbang karena antrean yang tidak manusiawi.

Rakyat Minta Solusi Bukan Motivasi

Meski kebijakan ini membawa manfaat secara administratif, warga berharap pelayanan diikuti dengan fasilitas yang manusiawi. Gratis mutasi boleh, tapi jangan sampai rakyat merasa sedang ikut ujian kesabaran ala reality show “Indonesia Bertahan”.

“Kami senang gratisan, Pak. Tapi jangan sampai mutasi kendaraan justru menguji iman,” ucap salah satu warga, sambil menahan lapar dan panas di ruang tunggu.

Disclaimer:
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.

Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *