OH GITU OLAHRAGA – Akhirnya ya, setelah sekian banyak harapan, wacana, dan gosip pinggir lapangan, Banten International Stadium (BIS) resmi punya “penghuni tetap”. Bukan, ini bukan soal kos-kosan atlet atau stadion dijadikan venue pernikahan massal. Tapi soal Dewa United Banten FC yang sah jadi pemilik kamar utama alias homebase di BIS.
Iya, beneran resmi. Tanggal 7 Agustus 2025 kemarin, dua tokoh penting, Presiden Klub Dewa United Banten FC Ardian Satya Negara dan Gubernur Banten Andra Soni, saling sahut tangan dalam acara penandatanganan MoU pemanfaatan BIS sebagai markas utama klub bola tersebut.
Tempatnya juga nggak main-main, bro. Di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang. Hadir pula Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, para pejabat Pemprov Banten, dan tentu aja beberapa pemain Dewa United yang wajahnya lebih sering nongol di reels Instagram daripada di papan skor—eh.
Baca juga: Harga Sewa Banten International Stadium (BIS)
Jadi gini ceritanya, Dewa United Banten FC bakal pakai BIS buat pertandingan kandang selama musim Super League 2025, yang totalnya ada 17 kali laga home. Artinya, stadion megah yang diresmikan sejak 2022 ini akhirnya benar-benar dipake buat fungsinya yang sebenarnya—nampung bola, bukan debu.
Gubernur Andra Soni tentu aja sumringah kayak ayah yang anaknya akhirnya balik rumah bawa kabar lulus kuliah. Beliau bilang kehadiran Dewa United ini bakal jadi angin segar buat ekonomi lokal.
“Setiap pertandingan kandang berarti tim-tim dari luar akan datang. Penonton, hotel, restoran, dan UMKM akan ikut bergerak. Ini akan menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Bahasa sederhananya: makin banyak orang nonton bola, makin banyak tukang cilok, ojek online, dan pemilik warung kopi dapet rezeki. Win-win.
Sementara itu, Ardian Satya Negara juga nggak mau kalah kalem. Ia menyampaikan terima kasih ke Pemprov yang udah kasih tempat berteduh buat Dewa United. Tapi tentu saja, bukan cuma numpang ngehits.
“Stadion ini sudah sangat bagus, dan kami juga bagian dari Banten. Kami ingin kehadiran klub ini membawa manfaat seluas-luasnya,” ujarnya.
Jadi, bisa dibilang ini bukan sekadar soal stadion dan pertandingan, tapi juga tentang identitas, kebanggaan, dan—yah—peluang bisnis dadakan buat jualan jersey KW.
Apakah langkah ini bakal bikin Dewa United jadi klub yang disegani dan bikin BIS rame terus tiap weekend? Kita lihat aja nanti. Yang jelas, sekarang bola udah bergulir, dan rumahnya udah ada.
Semoga nggak cuma jadi rumah persinggahan pas menang doang ya, bang.
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.
Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.