Banten

Pelatihan Kerja di Banten: Sertifikat Udah, Tapi Masuk Kerja Masih Butuh “Orang Dalam”?

×

Pelatihan Kerja di Banten: Sertifikat Udah, Tapi Masuk Kerja Masih Butuh “Orang Dalam”?

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Kerja di Banten: Sertifikat Udah, Tapi Masuk Kerja Masih Butuh "Orang Dalam"?
Pelatihan Kerja di Banten: Sertifikat Udah, Tapi Masuk Kerja Masih Butuh "Orang Dalam"?

TANGERANG SELATAN – Di tengah ketatnya persaingan kerja, Pemerintah Provinsi Banten punya solusi jitu: Pelatihan Berbasis Kompetensi. Alias, “kursus kilat jadi profesional”—asal serius katanya, sukses tinggal menunggu waktu.

Dibuka langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni pada Senin (7/7/2025), pelatihan ini dilaksanakan di UPTD Pelatihan Kerja Disnakertrans Banten. Tempatnya nyaman, materinya berbasis industri, dan katanya lagi… bukan sekadar cari sertifikat buat nambah tumpukan map merah di lemari.

“Saya berkeyakinan, orang yang bersungguh insyaAllah akan berhasil,” ujar Gubernur—tentu dengan semangat dan sedikit harap-harap cemas pada daya saing buruh lokal di tengah invasi AI dan lulusan luar negeri.

Pelatihan ini tidak main-main. Disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia kerja, seperti mengoperasikan bubut, menjahit, menggambar AutoCAD, hingga TIK level advance. Pokoknya, siapa tahu lulus langsung direkrut… kalau bukan sama industri, ya minimal bisa buka usaha sendiri, atau jadi bintang TikTok tutorial.

Andra Soni menegaskan bahwa pelatihan ini untuk semua. Pemerintah hadir, katanya. Mungkin juga sebagai penebus rasa bersalah karena lapangan kerja belum hadir-hadir juga.

“Jangan hanya kejar ijazah,” pesannya ke peserta—yang mungkin dalam hati menjawab, “Ijazah aja belum bisa nyari kerja, Pak…”

Oh iya, ada kabar baik juga: Jepang katanya lagi butuh tenaga kerja terampil. Maka Pemprov Banten siap menyuplai SDM—asal SDM-nya siap mental, tahan dingin, dan tahan rindu kampung.

Total peserta: 208 orang. Diberi bekal keterampilan dan dua jenis sertifikat: internal dan BNSP. Lengkap! Tinggal doakan, semoga sertifikatnya bukan cuma jadi hiasan dinding saat lamaran kerja ditolak HRD karena “butuh pengalaman”.

Penulis: Fuad, dengan secangkir realita dan sejumput harapan.

Disclaimer:
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.

Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *