Serang RayaBantenBeritaGaya Hidup

Kapolresta Serang Kota Santai Tanggapi Bendera Luffy

×

Kapolresta Serang Kota Santai Tanggapi Bendera Luffy

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kontroversi bendera Luffy; Luffy berdiri di pendopo, yang berkibar bendera merah putih jelang HUT RI di Kota Serang
lustrasi OHGITU.com — Luffy tersenyum di pendopo, merah putih berkibar. Isu bendera Luffy riuh di medsos, Kapolresta Serang Kota minta santai saja.

OH GITU BANTEN – Menjelang HUT ke-80 RI, netizen +62 kembali membuktikan bahwa drama bisa muncul dari tempat yang tak terduga—kali ini dari kain berkibar bergambar tengkorak ala One Piece. Di Serang, isu pengibaran bendera bajak laut menggelinding seperti bola nasi uduk: makin dipanasi, makin gurih dibahas.

Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria pun angkat bicara. Katanya, tak perlu reaktif. “Netizen ini kalau saya lihat semakin digoreng semakin ramai,” ujarnya, dengan nada seperti bapak-bapak yang baru paham arti trending topic setelah diskusi warung kopi bersama anak muda.

Yudha, Mantan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Banten yang kini dipercaya menjaga ketertiban kota, mengaku sempat clueless soal siapa itu Luffy. Gara-gara viralnya berita, ia konsultasi ke anak sendiri. Dari situ, ia belajar bahwa Luffy bukan sekadar tokoh anime, tapi sosok bajak laut yang ingin mengajak kebaikan.

“Luffy ini pengen jadi bajak laut yang baik, bajak laut mengajak kebaikan,” jelasnya. Ternyata, tak semua bajak laut itu pencuri atau penjarah. Ada juga yang bertarung demi kebebasan dan melawan pemerintah yang—katanya—tidak pro rakyat. “Luffy simbol bajak laut kebebasan terhadap pemerintahan yang katanya tidak pro rakyat,” tambah Yudha, seolah membaca ulang naskah demokrasi dalam versi anime.

Tapi tunggu dulu. Meski medsos riuh, menurut Yudha, belum ada laporan warga Serang yang benar-benar memasang bendera Luffy. “Faktanya di lapangan tidak,” tegasnya. Ini seperti kisah viral yang cuma ramai di kolom komentar, tapi sepi di warung sebelah.

Yudha pun mengingatkan, jangan gampang kepancing provokasi. Daripada pusing mikirin bendera bajak laut, lebih baik pasang bendera merah putih. “Kita ajak warga untuk mengibarkan bendera merah putih,” tuturnya, seperti ingin menyeimbangkan antara semangat kemerdekaan dan semangat fandom anime.

Antara Kemerdekaan dan Fiksi

Di negeri penuh simbol ini, bendera bisa jadi soal serius sekaligus bahan becandaan. Dari bendera Luffy kita diingatkan, bahwa semangat melawan ketidakadilan tak selalu hadir dalam bentuk pidato panjang. Kadang, muncul dari layar anime yang ditonton sambil makan mie instan.

Jadi, kalau bajak laut pun bisa jadi representasi harapan rakyat, siapa yang sebenarnya sedang kita lawan?

Disclaimer:
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.

Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *