OH GITU PANDEGLANG – Bayangin, di sebuah hotel di Pandeglang, ratusan warga tumplek blek bukan buat konser, bukan buat kondangan, tapi… belajar bikin sabun. Iya, sabun. Yang biasanya cuma kita lihat di rak minimarket atau di kamar mandi kosan, kali ini jadi bintang utama pelatihan yang digelar bareng Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tempatnya di Hotel Horison Pandeglang, Kecamatan Koroncong — nama kecamatannya aja udah kayak judul lagu dangdut. Tapi isinya serius: warga diajarin bikin sabun mandi dan sabun cuci, plus bonus materi pengelolaan umbi-umbian. Jadi kalau ada yang datang dengan niat cuma pulang bawa ilmu bersih-bersih, bisa sekalian bawa resep olahan singkong. Multitalenta banget.
Adde Rosi, yang datang mewakili Fraksi Partai Golkar, bilang tujuan acara ini biar hasil riset BRIN — yang katanya ada 197 biji itu — nggak cuma jadi tumpukan kertas di kantor. “Ini adalah bagian dari kerjasama kami antara Komisi X DPR RI dengan BRIN. Dimana kami berharap, riset-riset yang telah dilakukan oleh BRI ada 197 riset, ini bukan hanya riset yang hanya disimpan di kantor saja, di kampus-kampus saja, tetapi disebarkan kepada masyarakat untuk nanti disebarkan dan diaplikasikan,” ujarnya.
Intinya, ilmu jangan cuma ngendon di laci, tapi dibagi ke rakyat. Dan sabun ini salah satu wujud nyatanya. Menurut Adde, bikin sabun sendiri jelas lebih murah, lebih ramah lingkungan, dan siapa tahu bisa jadi jalan ninja untuk mengurangi pengangguran. “Setelah kami berkomunikasi dengan BRIN, ternyata kalau kita bikin sendiri yang pasti akan lebih murah. Kemudian lebih ramah lingkungan, berharap bisa mengurangi angka pengangguran,” katanya.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengembangan Manusia Bappeda Pandeglang, Suci Nurinsani, juga ikut semangat. Katanya, Pemkab emang nunggu-nunggu kegiatan kayak gini. “Kita ingin memajukan UMKM dan pemberdayaan masyarakat. Saya berharap tidak hanya di sini, tapi modal kita diajari pembuatan sabun ini bisa menjadi peluang peningkatkan ekonomi dan berharap banyak lagi pelatihan seperti ini,” ujarnya.
Kalau dipikir-pikir, ini lucu juga. Siapa sangka, di tengah isu ekonomi, harga cabai yang bikin hati panas, dan WiFi yang kadang putus-nyambung, salah satu harapan kemandirian ekonomi warga Pandeglang justru ada di… sabun. Tapi hey, kalau dari busa bisa lahir usaha, kenapa enggak? Setidaknya, di tangan warga Pandeglang, sabun bukan cuma buat mandi — tapi juga buat masa depan.
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.
Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.