BantenEkonomi

Enam Ton Emping Melinjo Banten Dikirim ke Arab Saudi Warga +62 Ikut Bangga

×

Enam Ton Emping Melinjo Banten Dikirim ke Arab Saudi Warga +62 Ikut Bangga

Sebarkan artikel ini
Ekspor emping melinjo Banten ke Arab Saudi di pelabuhan kontainer.
Ilustrasi Pekerja dan pejabat melepas kontainer penuh emping melinjo untuk diekspor ke Arab Saudi di pelabuhan Banten.

OH GITU BANTEN – Banten lagi-lagi membuktikan kalau yang renyah nggak selalu gosip tetangga. Enam ton emping melinjo hasil karya UMKM lokal resmi berlayar menuju Arab Saudi, Kamis (7/8/2025).

Emping ini bukan sekadar camilan lebaran. Nilainya tembus Rp573 juta, dikemas rapi satu kontainer penuh, dan siap bikin warga Riyadh sampai Jeddah kepincut rasa gurih khas biji melinjo. Produksinya? Dari tangan-tangan pekerja CV Naufan Putra yang sudah enam kali kirim barang ke luar negeri.

Tak cuma Arab Saudi, emping Banten ini juga pernah singgah di Korea Selatan. Jadi, kalau drama Korea punya kimchi, kita balas dengan emping. Fair enough.

Dari Ladang ke Kontainer

Direktur CV Naufan Putra, Doni Naufan, bilang Banten punya pasokan melinjo yang nggak habis-habis. Bahkan, 60 persen emping di Jawa—dan mungkin Indonesia—asalnya dari sini. Lahan di Pandeglang dan Serang panen tiap tiga bulan sekali. Jadi, kalau stok habis, itu biasanya karena kebanyakan ngemil, bukan karena gagal panen.

Hari yang sama, Naufan juga mulai penjajakan kerja sama dengan BUMD PT ABM. Targetnya, bikin sentra produksi emping di berbagai daerah. Kalau berhasil, bisa jadi ekspor berikutnya bukan cuma enam ton, tapi satu kapal pesiar penuh (asal penumpangnya rela diganti karung).

Pemerintah Ikut Nge-backup

Gubernur Banten Andra Soni ikut melepas ekspor ini sambil wanti-wanti ke dinas terkait: urusan perizinan jangan dibuat ribet. Katanya, pemerintah harus berpihak ke UMKM—karena niat dan usaha mereka udah ada, tinggal dibantu fasilitasnya.

Masuk akal. Soalnya, kalau UMKM sibuk urus dokumen berlapis-lapis, nanti waktunya buat ngupas melinjo malah hilang.

Pada akhirnya, ekspor emping ini bukan cuma soal ekonomi. Ini juga soal rasa percaya diri: kalau melinjo Banten bisa tembus pasar internasional, masa mimpi kita masih takut tembus tetangga?

Disclaimer:
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.

Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *