Serang RayaBantenTeknologi

Kabupaten Serang Mau Ubah Sampah Jadi Listrik, Lahannya Masih Nego, Truknya 160

×

Kabupaten Serang Mau Ubah Sampah Jadi Listrik, Lahannya Masih Nego, Truknya 160

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Serang Mau Ubah Sampah Jadi Listrik, Lahannya Masih Nego, Truknya 160 - Gambar Artikel

OH GITU KABUPATEN SERANG — Di Kabupaten Serang, sampah bukan cuma masalah. Tapi, kalau lancar, bisa jadi sumber listrik. Gokil sih… asal beneran jalan.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, ngumumin proyek bernama PSEL alias Pemanfaatan Sampah untuk Energi Listrik. Rencananya bakal dibangun tahun depan di Desa Luwuk, Kecamatan Mancak.

Program ini katanya eksklusif banget, cuma dikasih ke 33 daerah dari total 614 kabupaten/kota. Serang termasuk yang beruntung. (Tapi ya, keberuntungan itu baru berarti kalau proyeknya beneran jalan, ya bu.)

“Nggak gampang dapetin proyek ini,” kata Zakiyah, Jumat, 1 Agustus 2025.
(Ya, dapetin doang sih… bangunnya nanti dulu.)

Baca juga: Sampah Diolah Jadi Bahan Bakar? Pandeglang Gandeng Tiongkok untuk Proyek Rp150 Miliar

Lahannya Masih Ruislag, Truknya 160

Pemerintah pusat yang bangun, tapi daerah kudu nyiapin lahan dan armadanya. Lahannya lima hektare, truk pengangkutnya? 160 biji.
Yoi, seratus enam puluh.

Saat ini, lahan itu masih proses tuker-tukeran alias ruislag sama PT KSI. Jadi ya… belum ada bangunan. Belum juga ada truk. Baru ada rencana dan rapat-rapat.

DPRD, Tolong Jangan Cuma Nanya-nanya

Karena anggarannya gede, Zakiyah minta DPRD jangan cuma jadi komentator. Tapi ikut dukung. Karena tanpa duit, ya semua ini cuma jadi papan proyek yang berdebu.

“Ini butuh anggaran yang besar,” ujarnya.
(Ya, bu, rakyat juga tahu… kita aja yang nggak tau dari mana dananya.)

Bonus Proyek Nelayan & RSUD, Tapi…

Selain urusan sampah dan listrik, Serang juga katanya dapet program Kampung Nelayan dari KKP senilai Rp27 miliar.
Terus Pemkab juga ngajuin dana buat pengembangan RSUD. Alasannya biar lebih representatif. (Akhirnya ya, sadar juga.)


Sampah katanya mau dijadiin listrik. Tapi jangan sampai rakyat malah yang kesetrum harapan palsu.
Karena dari dulu, seringnya baru semangat di launching, tapi pas eksekusi… ya ampun, cuma jadi tempat selfie pejabat pas sidak.

Disclaimer:
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.

Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *