OH GITU KABUPATEN SERANG – Di tengah hiruk-pikuk hidup yang kadang rasanya kayak sinyal Wi-Fi kosan, naik turun tanpa aba-aba, manusia butuh jeda. Salah satu tempat ideal untuk merenungi hidup sambil ditemani gemuruh air yang nggak bisa diajak debat adalah… curug alias air terjun.
Di Kabupaten Serang, Banten, ada tiga curug yang katanya bisa menyembuhkan luka batin yang ditimbun sejak zaman BBM masih Rp 4.500. Mulai dari kolam alami yang biru jernih sampai trek yang bikin betis mendadak sedih, ini dia tiga tempat di mana kamu bisa berpura-pura jadi manusia alami yang hobi self healing.
1. Curug Lewi Mangrood: Kolam Renang Alami Tanpa Life Guard
Lokasinya di Kampung Cikala, Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang. Namanya memang agak susah diucapkan tanpa ngelintir lidah, tapi isinya gak bikin nyesel. Curug ini tuh ibarat pacar ideal: adem, jernih, dan nggak terlalu tinggi (jadi nggak mengintimidasi).
Airnya bening kebiruan, seolah-olah habis difilter pakai preset Instagram. Di bawah curug, ada kolam dengan diameter 20 meter yang menggoda banget buat diceburin. Saking beningnya, bisa jadi kamu bakal sadar betapa jernihnya hidup itu… sampai tagihan datang.
Curug ini semacam hidden gem versi lokal. Tapi kayaknya udah gak terlalu hidden karena tiap weekend tempat ini rame kayak antrean beli BTS Meal waktu pertama rilis. Untungnya, tiketnya murah meriah. Naik motor? Cuma Rp 7.000. Bawa mobil? Rp 20 ribu. Gak nyampe harga semangkuk ramen, tapi bisa berenang sepuasnya sampai kulit keriput.
2. Curug Cikotak: Trekking Tipis-Tipis, Tapi Keringatnya Serius
Masih di Kecamatan Padarincang, tepatnya di Desa Cibojong. Curug ini cocok buat kamu yang pengen cari ketenangan, tapi juga pengen olahraga ringan biar bisa update story “Naik Turun Bukit Demi Cinta Alam”.
Dari jalan raya Palima-Cinangka, masuk ke arah kampung Cibojong. Habis itu, siapin mental karena tracking-nya agak manja: tanah menanjak, pinggirannya pepohonan, dan sinyal HP mendadak jadi mitos.
Dari parkiran, kamu bakal jalan kaki sambil mikir “ngapain sih gue ke sini?”. Tapi semua keresahan itu hilang ketika sampai di curug. Airnya jernih, suasananya sepi, dan kamu bisa mandi tanpa harus rebutan pancuran kayak di masjid kampus.
Biaya parkir? Rp 10 ribu per kendaraan. Gak bisa ditawar, kecuali kamu punya skill negosiasi selevel negosiator gencatan senjata.
3. Curug Cigumawang: Air Terjun 40 Meter, Cocok untuk Konten Dramatis
Yang satu ini tinggi banget, kayak ekspektasi orang tua soal masa depanmu. Curug Cigumawang punya ketinggian 40 meter dan kolam alami di bawahnya yang cocok buat berenang atau sekadar nangis dalam diam.
Berlokasi di Desa Kaduberem, curug ini punya semua fitur yang dibutuhkan wisatawan milenial: air jernih, spot selfie, dan area camping buat yang pengen tidur sambil ditemani suara air terjun yang menyerupai white noise versi alami.
Fasilitas? Lengkap, cuy. Ada gazebo buat yang nggak kuat panas, musala buat ngadem rohani, warung makan, toilet, dan parkiran. Tiket masuk? Rp 10 ribu untuk dewasa, Rp 5 ribu untuk anak-anak. Plus biaya parkir yang nggak ditulis detail, mungkin tergantung mood penjaganya.
Jadi kalau kamu lagi capek sama hidup, stres karena utang, atau sekadar pengen sok-sokan nyatu sama alam, curug-curug di Serang bisa jadi pelarian terbaik. Ingat, air mungkin nggak bisa menyelesaikan masalah, tapi setidaknya dia bisa bikin kamu lupa sementara.
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.
Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.