Gaya Hidup

Kidulting: Tren Orang Dewasa Koleksi Mainan Lagi, Emang Kenapa?

×

Kidulting: Tren Orang Dewasa Koleksi Mainan Lagi, Emang Kenapa?

Sebarkan artikel ini
Tren orang dewasa koleksi mainan seperti Gundam, Lego, dan Pop Mart
Fenomena kidulting: orang dewasa kembali menikmati mainan seperti saat kecil, dari koleksi Gundam sampai boneka Pop Mart.

OH GITU GAYA HIDUP – Waktu kecil, mainan itu teman. Tapi sekarang, makin gede, justru makin susah move on dari mereka. Selamat datang di dunia kidulting — tren di mana orang dewasa (yes, yang gajian tiap bulan dan bayar cicilan) kembali gandrung sama mainan anak-anak. Dari koleksi Gundam, Barbie, Pop Mart, sampai Lego, semuanya laku keras. Dan tenang, kamu nggak sendirian.

Kapan Orang Dewasa Mulai Ngiler Lagi Liat Lego?

Sebenarnya, tren ini bukan muncul tiba-tiba. Tapi sejak pandemi, grafiknya makin nanjak. Ketika dunia luar kacau, orang dewasa mulai cari kenyamanan dari masa kecil mereka — dan jawabannya: mainan.
Menurut laporan dari Circana, penjualan mainan ke kelompok umur 18 tahun ke atas naik sekitar 5,5%. Gen Z dan milenial jadi motor penggeraknya. Artinya? Yang bikin rak-rak Toys Kingdom makin ramai bukan bocah, tapi orang dewasa yang udah kerja.

Bukan Sekadar Lucu-Lucuan

Kenapa orang dewasa rela beli boneka ratusan ribu, bahkan juta-jutaan? Karena mainan itu lebih dari sekadar barang imut. Buat sebagian orang, mereka adalah bentuk pelarian. Dunia kerja bikin stres? Bangun Gundam bisa jadi terapi. Ditinggal mantan? Pop Mart bisa jadi pelipur lara (dan setidaknya mereka nggak ghosting).

Fenomena ini juga berkaitan sama nostalgia. Mainan jadi pintu ke masa lalu—waktu hidup belum serumit sekarang, dan satu-satunya masalah adalah rebutan PS sama sepupu. Wajar kalau banyak yang bilang, kidulting is healing.

Psikolog klinis Tara de Thouars menjelaskan, aktivitas seperti mengoleksi mainan bisa membantu seseorang merasa “terhubung dengan versi dirinya yang lebih muda dan lebih bebas.” Dalam konteks kesehatan mental, hal-hal kecil yang memunculkan rasa familiar dan menyenangkan dari masa lalu bisa berfungsi sebagai coping mechanism.

Baca juga: Mainan Koleksi Dewasa: Hobi Serius atau Investasi Masa Depan?

Dompet Nggak Tipis-Tipis Amat

Dulu, waktu kecil, kita cuma bisa ngeliatin iklan Hot Wheels di TV sambil berharap keajaiban ulang tahun. Tapi sekarang? Gaji sendiri, beli sendiri. Dan ini yang bikin industri mainan makin girang.
Mainan-mainan edisi kolektor, figur langka, dan rilisan nostalgia makin laris. Beberapa orang bahkan ngoleksi mainan sebagai bentuk investasi. Karena, percaya nggak percaya, ada action figure yang harganya bisa naik lebih cepat dari saham gorengan.

Menurut Antara, permintaan mainan edisi terbatas dan figur berbasis IP (intellectual property) seperti Marvel, anime, dan kartun klasik meningkat pesat. Bahkan, perusahaan seperti Mattel dan Hasbro kini merancang produk khusus untuk konsumen dewasa, lengkap dengan packaging premium dan lisensi eksklusif.

Dari Lemari ke Meja Kerja

kidulting juga udah jadi semacam pernyataan gaya hidup. Mainan nggak lagi cuma disimpan di lemari. Mereka mejeng di meja kerja, jadi properti video TikTok, bahkan dibawa jalan-jalan (dan difoto lebih sering dari pasangan sendiri).

Lihat aja Instagram—makin banyak akun estetik yang isinya koleksi figur, unboxing mainan, sampai konten-konten wholesome bareng boneka. Bahkan ada yang punya alter ego khusus buat review mainan.

Salah satu contohnya adalah akun TikTok @mainanakdewasa, yang viral karena kontennya menyandingkan kehidupan kantor penuh deadline dengan “drama” mainan mini yang hidup dan penuh ekspresi. Dalam beberapa konten, boneka dijadikan alter ego yang bisa marah ke atasan, ngambek soal kerjaan, atau sekadar curhat tentang hidup yang absurd.

Jadi Anak-Anak Lagi, Tapi Dengan Uang

Intinya, kidulting bukan soal kekanak-kanakan. Ini soal menyambung diri ke masa lalu, sambil menikmati kenyamanan jadi dewasa. Kita boleh tumbuh besar, tapi siapa bilang kita harus berhenti main?

Apalagi di era sekarang, di mana tekanan hidup makin absurd dan dunia makin nggak jelas arah, punya satu hal yang bikin hati senang itu penting. Kalau buat kamu itu adalah koleksi Gundam, ya gas aja. Kalau buat temen kamu itu boneka imut yang bisa dipeluk pas lembur, ya biarkan dia bahagia.

Karena kadang, solusi dari quarter-life crisis bukan journaling… tapi beli Tamiya. Atau setidaknya, ngerakitnya sambil dengerin playlist mellow dari masa SMP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *