OH GITU LIFESTYLE – Dulu, orang dewasa yang suka mainan sering dianggap aneh. Tapi sekarang? Udah biasa banget. Bahkan, jadi tren yang dilirik serius. Fenomena ini dikenal dengan istilah kidulting — gabungan dari “kid” dan “adult” — yang artinya orang dewasa yang tetap suka hal-hal berbau kekanak-kanakan, salah satunya koleksi mainan.
Tapi tunggu dulu. Bukan sekadar mainan asal lucu atau imut. Koleksi mainan dewasa ini udah menjelma jadi hobi eksklusif, bahkan bisa jadi bentuk investasi alternatif.
Mainan Bukan Lagi Buat Anak Kecil
Lego, Hot Wheels, Gundam, Funko Pop, hingga Pop Mart — semua itu bukan lagi dominasi anak-anak. Faktanya, laporan dari Circana menyebutkan kalau lebih dari 25% pembeli mainan saat ini berasal dari kelompok usia 18 tahun ke atas. Jadi jelas, pasar mainan dewasa bukan cuma nyata, tapi juga menguntungkan.
Apa yang bikin orang dewasa makin tertarik? Jawabannya: nostalgia dan nilai emosional. Banyak dari kita tumbuh dengan mainan tertentu, lalu saat udah punya penghasilan sendiri, muncul keinginan buat “balas dendam” masa kecil. Beli yang dulu nggak kesampaian. Bonusnya, sekarang udah ngerti mana yang punya potensi cuan.
Koleksi Mainan = Tabungan Bernilai?
Buat sebagian orang, koleksi mainan bukan cuma untuk dipajang. Banyak yang beli dengan mindset investasi. Mainan edisi terbatas, eksklusif, atau hasil kolaborasi tertentu bisa melonjak harganya dalam hitungan bulan.
Contohnya:
- Figur Pop Mart seri Skullpanda “City of Night” dijual awalnya Rp200 ribuan, sekarang bisa tembus jutaan karena rare.
- Lego Star Wars UCS Millennium Falcon dirilis dengan harga sekitar Rp12 juta, kini nilainya bisa 2x lipat tergantung kondisi dan kelengkapan.
- Gundam seri Perfect Grade atau rilisan premium bisa naik nilai jualnya 30–70% di komunitas kolektor.
Dalam konteks ini, mainan dewasa koleksi udah jadi aset fisik yang bisa diolah. Mirip kayak sneaker atau vinyl.
Gimana Menentukan Nilai Investasi Mainan?
Kalau kamu baru mulai dan pengen tahu apakah koleksimu bisa jadi investasi masa depan, ada beberapa faktor penting:
- Kelangkaan: Makin langka, makin tinggi nilainya. Edisi terbatas, collab brand besar, atau rilisan regional tertentu biasanya diburu.
- Kondisi Barang: Masih segel alias MISB (Mint In Sealed Box)? Nilainya jauh lebih tinggi dibanding udah dibuka.
- Komunitas & Demand: Kalau mainan itu punya komunitas fanatik atau fandom besar (kayak Marvel, Star Wars), biasanya harga cenderung stabil dan naik.
- Timing: Rilisan ulang atau film yang lagi hype bisa mendongkrak nilai mainan terkait. Contohnya saat film Barbie 2023 rilis, banyak Barbie edisi lawas ikut naik harga.
Tapi Jangan Lupa, Hobi Tetap Harus Fun
Walau ada peluang cuan, penting diingat: jangan sampai mainan bikin stres. Ada juga lho orang yang justru kehilangan sisi fun dari koleksi karena terlalu fokus ngejar untung. Padahal esensi awal dari hobi ini adalah healing, nostalgia, dan ekspresi diri.
Jadi, kalo kamu koleksi mainan dewasa kayak Pop Mart atau Gundam, nikmati aja prosesnya. Foto, pajang, rawat, dan kalau perlu, tukeran di komunitas. Soal dijual lagi atau enggak, itu bonus.
Dari Rak ke Konten: Koleksi yang Viral
Fakta menarik: koleksi mainan sekarang juga jadi konten digital yang laku keras. Banyak kreator di TikTok dan Instagram yang rutin nge-review unboxing, bikin diorama, atau sekadar sharing koleksi mereka. Hasilnya? Engagement tinggi, follower nambah, bahkan bisa dapet sponsor dari brand.
Artinya, mainan bukan cuma jadi hobi atau aset. Tapi juga bisa dikembangin jadi personal branding dan sumber penghasilan tambahan.
Contoh kreator yang sukses:
- @gundambanget (IG) – review dan build kit Gundam
- @toystory.id – TikTok yang bahas mainan lokal & internasional
- Kolektor Pop Mart yang viral karena raknya mirip museum mini
Tips Memulai Koleksi Mainan Dewasa
Kalau kamu baru mau nyemplung ke dunia ini, nggak usah takut. Mulailah dari yang kamu suka, bukan yang sekadar viral.
Tipsnya:
- Pilih lini yang kamu suka (Gundam, Lego, Barbie, action figure, dll)
- Tentukan budget bulanan (biar nggak kalap tiap ada rilisan baru)
- Gabung komunitas online (Facebook group, Reddit, forum lokal)
- Riset harga dan rarity sebelum beli
- Rawat koleksi dengan baik: box, rak, dan pencahayaan penting
Jadi, Hobi Serius atau Investasi?
Jawabannya: bisa dua-duanya.
Koleksi mainan dewasa di era sekarang udah bukan lagi iseng. Bukan pula cuma buat lucu-lucuan. Ini adalah gabungan dari self-care, budaya nostalgia, dan ekonomi kreatif. Hobi ini bisa tumbuh jadi aset, bahkan jadi jalan hidup — asal dijalani dengan enjoy dan nggak ikut-ikutan doang.
Dan kalau ada yang nyinyir soal kamu masih mainan padahal udah dewasa? Senyumin aja. Bisa jadi, mereka cuma belum nemu mainannya sendiri.