Di tengah rutinitas yang makin padat dan dunia yang terasa makin kacau, banyak dari kita mendadak suka mengenang masa lalu. Lagu 90-an, kartun lawas, camilan SD, hingga mantan yang entah kabarnya—semuanya tiba-tiba terasa relevan. Tapi kenapa kita makin sering nostalgia? Apakah ini cuma efek iseng semata, atau ada penjelasan psikologinya?
Yuk, kita kulik lebih dalam soal fenomena nostalgia ini—secara ringan, tapi tetap serius.
1. Apa Itu Nostalgia dan Kenapa Kita Mengalaminya?
Secara sederhana, nostalgia adalah perasaan rindu terhadap masa lalu, biasanya disertai emosi hangat atau sedih. Kita bisa nostalgia karena bau parfum tertentu, lagu jadul, atau suasana yang mengingatkan kita pada waktu tertentu.
Menurut psikolog, nostalgia bukan sekadar “kenangan random”. Otak kita menyimpan memori-memori emosional, dan saat kita stres atau merasa nggak aman, otak secara otomatis memunculkan memori lama yang bikin nyaman.
2. Kenapa Kita Makin Sering Nostalgia di Era Modern?
Dulu, nostalgia mungkin muncul sesekali. Tapi sekarang, kita seperti “hidup bersama masa lalu”. Timeline media sosial penuh throwback, musik retro naik daun, dan produk-produk lawas kembali populer.
Kenapa begitu? Jawabannya: dunia makin cepat, dan hidup makin rumit.
Di tengah tekanan hidup dewasa, banyak orang mencari pelarian. Dan nostalgia jadi cara paling instan buat merasa ‘aman’ dan terhubung dengan versi diri yang lebih muda dan polos.
Selain itu, era digital bikin akses ke masa lalu makin gampang. Mau dengerin lagu SD? Tinggal buka Spotify. Mau nonton film jaman kecil? Netflix punya. Semua tinggal klik.
3. Nostalgia Ternyata Punya Efek Positif Buat Mental
Kalau kamu pikir nostalgia itu cuma bentuk pelarian, kamu nggak salah. Tapi bukan berarti itu buruk. Justru, menurut banyak studi psikologi, nostalgia bisa jadi mekanisme koping (coping mechanism) yang sehat.
Beberapa manfaat nostalgia antara lain:
-
Meningkatkan mood
-
Mengurangi kecemasan
-
Membantu mengatasi kesepian
-
Membangkitkan rasa harapan
Saat kita ingat momen bahagia dari masa lalu, otak melepaskan hormon positif yang bikin kita lebih tenang. Jadi jangan heran kalau kamu tiba-tiba pengen main game PS1 atau beli permen Yosan cuma buat merasa ‘lebih hidup’.
Baca juga: Kidulting: Mainan Koleksi Dewasa: Hobi Serius atau Investasi Masa Depan?
4. Nostalgia Bisa Jadi Sinyal Bahwa Kita Butuh Istirahat
Kalau kamu sering banget nostalgia belakangan ini, mungkin itu sinyal dari tubuh dan pikiran kamu. Sinyal bahwa kamu butuh berhenti sejenak.
Menurut psikolog, frekuensi nostalgia meningkat saat seseorang merasa terlalu stres, cemas, atau kehilangan arah. Nostalgia jadi semacam “pelampiasan emosional” karena masa kini terasa terlalu melelahkan.
Jadi kalau kamu sering ngeliat playlist 2000-an atau buka album foto lama, coba tanya ke diri sendiri: “Gue lagi butuh apa sih sebenarnya?”
5. Apakah Terlalu Sering Nostalgia Itu Buruk?
Jawabannya: tergantung.
Nostalgia bisa membantu kalau dilakukan secukupnya. Tapi kalau kamu terlalu tenggelam di masa lalu dan jadi lupa hidup di masa kini, itu bisa jadi bumerang.
Misalnya:
-
Selalu membandingkan masa lalu dengan sekarang
-
Susah move on dari fase hidup tertentu
-
Menghindari tantangan karena terlalu nyaman dengan kenangan lama
Kalau udah kayak gitu, penting buat mengolah nostalgia secara sadar. Jadikan memori sebagai penguat, bukan penghalang.
6. Cara Mengelola Nostalgia Supaya Tetap Sehat
Biar nostalgia tetap jadi hal positif, kamu bisa coba cara ini:
✔️ Sadari pemicunya.
Apa yang bikin kamu nostalgia? Lagu? Tempat? Orang? Kenali dan kelola.
✔️ Ubah nostalgia jadi motivasi.
Gunakan energi positif dari masa lalu buat ngejar tujuan sekarang.
✔️ Jangan larut terlalu dalam.
Kenangan boleh dikenang, tapi jangan dijadikan tempat tinggal.
✔️ Ceritakan atau tulis.
Kadang berbagi cerita nostalgia dengan orang lain bisa bikin kita lebih ringan dan terhubung.
7. Penutup: Nostalgia Itu Wajar, Asal Jangan Kebablasan
Makin sering nostalgia bukan berarti kamu aneh atau lemah. Justru itu pertanda kalau kamu manusia biasa—yang butuh merasa aman, terhubung, dan tenang.
Tapi seperti hal lain dalam hidup, semuanya butuh porsi. Nostalgia bisa jadi penguat, bisa juga jebakan. Tergantung gimana kamu mengelolanya.
Jadi, kalau kamu lagi nonton ulang kartun masa kecil atau nyium bau wangi seragam SD, nikmati aja. Tapi jangan lupa hidup juga terus berjalan ke depan.
Kalau kamu suka artikel ini, cek juga artikel kami tentang kidulting dan tren orang dewasa yang suka mainan lagi – masih nyambung dan sama-sama penuh memori masa kecil!