PandeglangBantenBeritaEkonomi

Koperasi Merah Putih Pandeglang dan Kejari Bongkar Modus Nakal Pengurus

×

Koperasi Merah Putih Pandeglang dan Kejari Bongkar Modus Nakal Pengurus

Sebarkan artikel ini
Koperasi Merah Putih Pandeglang dan Kejari Bongkar Modus Nakal Pengurus
Koperasi Merah Putih Pandeglang dan Kejari Bongkar Modus Nakal Pengurus

OH GITU KOPERASI MERAH PUTIH PAANDEGLANG – Koperasi itu ibarat warung gotong royong. Semua orang ikut nyumbang, semua orang boleh ambil manfaat. Tapi kalau pengurusnya mulai main sulap, ya bubar jalan.

Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Aco Rahmadi Jaya, baru-baru ini ngasih wejangan ke pengurus Koperasi Merah Putih. Bukan ceramah agama, tapi soal hukum. Serius tapi santai.

“Antara lain, pencairan kredit kepada nasabah fiktif. Memanipulasi data anggota, serta praktik mark-up pinjaman yang dilakukan oleh oknum pengurus,” kata Aco, Jumat, 8 Agustus 2025.

Yap, ternyata koperasi bisa jadi ladang tipu-tipu kalau gak diawasi. Ada yang bikin nasabah fiktif, ada yang ngedit data anggota kayak ngedit caption Instagram, bahkan ada yang mark-up pinjaman biar kelihatan keren.

Aco gak cuma ngasih peringatan, tapi juga solusi. Kejaksaan bikin Penerangan Hukum buat para pengurus. Semacam sesi “ngopi bareng hukum”, biar semua paham aturan main.

“Ini menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antara Kejaksaan dan pengurus koperasi. Guna membangun kesadaran hukum bersama serta memperkuat sinergi dalam menciptakan tata kelola koperasi yang bebas dari praktik korupsi,” lanjutnya.

Koperasi Merah Putih ini bukan sembarang koperasi. Ia adalah amanah negara dan harapan rakyat desa. Jadi pengurusnya harus punya integritas, bukan cuma pintar ngitung bunga.

“Sebab, kegagalan dalam mengelola koperasi tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat memicu konsekuensi hukum dan sosial yang luas,” kata Aco lagi.

Intinya, jangan sampai koperasi berubah jadi ajang sulap. Yang kelihatan rapi di luar, tapi isinya penuh trik di dalam. Karena kalau udah rusak, yang rugi bukan cuma anggota, tapi satu desa bisa ikut kena imbas.

Jadi, buat para pengurus: jaga koperasi kayak jaga rahasia negara. Transparan, akuntabel, dan jangan main-main sama hukum. Karena koperasi itu bukan tempat cari untung pribadi, tapi tempat tumbuh bareng-bareng.

Disclaimer:
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.

Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *