OH GITU LEBAK — Warga Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, dan Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, menggelar lomba unik bertajuk menangis pilu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Senin (18/8/2025).
Puluhan ibu-ibu tampil di lapangan terbuka milik warga, memperlihatkan ekspresi kesedihan terdalam mereka. Suasana lomba dipenuhi riuh tawa sekaligus haru, ketika tangisan peserta terasa begitu nyata.
Baca juga: Lebak Banten: Surga Alam, Budaya Baduy, dan UMKM yang Bikin Kagum
Ketua panitia perayaan, Enan (48), menjelaskan bahwa lomba ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga wadah penyaluran emosi warga.
“Salah satunya lomba sedih, seolah-olah mengungkapkan isi hati masing-masing, tapi dalam bentuk hiburan. Alhamdulillah, semua sukses, bahkan banyak yang sampai benar-benar nangis,” ujar Enan di lokasi acara.
Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antarwarga.
“Harapan kami, kampung ini bisa selalu bersatu, makin kompak, dan tahun depan semakin meriah lagi,” tambahnya.
Salah satu peserta, Mumun (35), berhasil menarik perhatian juri dengan tangisnya yang tulus dan menyayat hati. Ia dinobatkan sebagai juara pertama dan menerima hadiah sebesar Rp100.000.
“Tadi saya ingat anak, sementara suami enggak pulang-pulang, enggak ada kabar pulang ke Sukabumi ke rumahnya,” ungkap Mumun usai lomba.
Mumun mengaku ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti lomba semacam itu.
“Ini baru pertama kali saya ikut lomba seperti ini bersama ibu-ibu di sini,” katanya.
Baca juga: Taman Salahaur Rusak: Ketika Wajah Kota Rangkasbitung Malah Bopeng
Hingga Senin malam, kegiatan berlangsung lancar dan kondusif. Warga berharap lomba serupa dapat digelar kembali tahun depan dengan lebih meriah.