OH GITU KOTA SERANG – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, punya catatan khusus buat Kota Serang yang baru saja berulang tahun ke-18. Bukan pujian manis, tapi kritik pedas yang langsung menusuk ke inti masalah: sampah dan infrastruktur.
Dimyati tanpa tedeng aling-aling bilang, Kota Serang itu masih seperti pedesaan. Masih banyak tumpukan sampah di mana-mana, terutama di sungai. Padahal, katanya, sungai bisa jadi indah kalau bersih.
PR Paling Besar
PR alias pekerjaan rumah ini jadi sorotan utama bagi kepemimpinan Walikota Serang yang baru, Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia. Menurut Dimyati, dua masalah ini yang harusnya jadi prioritas utama.
Selain sampah, Dimyati juga menyoroti infrastruktur yang masih ketinggalan jauh. Pemandangan pedesaan masih dominan di beberapa sudut kota. “Ini PR paling besar,” katanya, seolah menantang Walikota dan Wakil Walikota baru untuk segera berbenah.
Yakin Berubah
Meski begitu, Dimyati tetap yakin Kota Serang bakal berubah. Ia mengaku sudah melihat “sepak terjang, keberanian, dan ketegasan” Budi dan Agis. Dengan semangat baru dari pemimpin dan birokrasi, Dimyati optimis Kota Serang akan maju.
Jadi, kira-kira kritik ini cuma sekadar “catatan” atau sengaja buat menyenggol pemimpin baru biar kerjanya lebih ngegas? Hanya waktu dan realisasi janji yang bisa menjawab.
Baca juga:
- Budi Rustandi Ngincer 8 Pulau di Kabupaten Serang Demi Peta Versi Lama
- Pemkot Serang Diduga Incar Delapan Pulau Teluk Banten Wabup Najib Gerak Cepat
- Kota Serang Punya Pawai, Warga Punya Jalan Alternatif: Selamat Datang di Festival Macet Tahunan
- Syarat Untuk Ikut Job Fair Kota Serang 2025 Wajib Pilih Sesi dan Join WhatsApp
- Kota Serang Mau Ulang Tahun ke-18, Jalan Ditutup, Warga Disuruh Meriahkan
- Relokasi Puskesmas Unyur: Gedung Baru, Pelayanan Lama?
Tulisan ini adalah esai ringan berbasis fakta nyata. Segala bumbu berlebihan atau skenario absurd di dalamnya bersifat fiktif dan dimaksudkan sebagai kritik sosial.
Kami juga menerima hak jawab dan koreksi berita sesuai dengan etika jurnalistik.